Jakarta — Estafet kepemimpinan Partai NasDem di Provinsi Gorontalo resmi berpindah tangan. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gorontalo periode 2026–2029 kepada Indrawati Gobel, Kamis (1/10), di Jakarta. Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Julie Laiskodat selaku Koordinator Wilayah NasDem Gorontalo, disaksikan sejumlah pengurus teras DPW, termasuk Ridwan Monoarfa, Roni Imran, Ampy Kali, Jimmy Tahir, dan Prof. Winarni Monoarfa.
Momentum ini bukan sekadar seremonial pergantian figur. Ia menjadi penanda dimulainya babak baru konsolidasi organisasi dan keberlanjutan perjuangan politik NasDem di bumi Serambi Madinah, menyusul wafatnya almarhum Rachmat Gobel—sosok yang selama ini membangun fondasi organisasi dan gerakan politik partai di daerah tersebut.
Dalam arahannya, Julie Laiskodat menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi agenda pertama kepemimpinan Indrawati Gobel. Penataan dan penguatan struktur partai diminta dilakukan menyeluruh, dari tingkat DPW, DPD, DPC, hingga Dewan Pimpinan Ranting (DPRt). Tak hanya itu, sekitar 8.451 kader perlu ditinjau, diverifikasi, dan diadministrasikan secara tertib. Langkah ini dinilai penting agar kekuatan organisasi tidak semata diukur dari besarnya jumlah kader, melainkan juga dari soliditas, disiplin, dan efektivitas kerja politik di seluruh tingkatan.
Menanggapi arahan tersebut, Indrawati Gobel menyatakan komitmennya menjaga kesinambungan organisasi dan perjuangan politik yang telah dibangun almarhum Rachmat Gobel. Seluruh kepengurusan yang telah terbentuk akan dipertahankan, dengan tetap membuka ruang bagi penguatan kapasitas, pembenahan administrasi, dan peningkatan kinerja organisasi.
“Keberlanjutan kepemimpinan bukan semata-mata mempertahankan struktur yang ada, melainkan memastikan bahwa semangat pengabdian, loyalitas, dan kerja nyata bagi masyarakat tetap menjadi orientasi utama seluruh kader NasDem di Gorontalo,” tegas Indrawati.
Dalam konteks pembangunan daerah, Indrawati juga menegaskan komitmennya membangun hubungan yang konstruktif dan produktif dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Saidah. Hubungan baik yang telah terbangun pada masa almarhum Rachmat Gobel diharapkan terus dilanjutkan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah. Bagi NasDem, kemitraan politik dengan pemerintah daerah merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam mendorong pembangunan, memperkuat ekonomi rakyat, memperluas kesempatan kerja, serta menjawab persoalan sosial dan kesejahteraan masyarakat Gorontalo.
Sekretaris DPW NasDem Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menegaskan bahwa penyerahan SK ini harus dimaknai sebagai titik awal memperkuat institusi partai, bukan sekadar pergantian figur kepemimpinan. Menurutnya, keberlanjutan perjuangan politik almarhum Rachmat Gobel harus diterjemahkan ke dalam kerja-kerja organisasi yang semakin solid, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
“Tantangan ke depan bukan hanya menjaga warisan organisasi, tetapi juga memastikan NasDem mampu menghadirkan gagasan, kaderisasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan Gorontalo,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsolidasi organisasi harus berjalan seiring dengan penguatan ideologi, loyalitas, dan integritas kader. Dengan demikian, NasDem Gorontalo diharapkan terus berkembang sebagai kekuatan politik yang memiliki akar sosial, kapasitas kelembagaan, serta komitmen terhadap demokrasi dan kesejahteraan masyarakat.
penyerahan SK kepengurusan DPW NasDem Gorontalo periode 2026–2029 bukan hanya tentang legalitas formal. Ia adalah landasan bagi konsolidasi yang lebih kuat, kesinambungan perjuangan, dan pembaruan kerja politik yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Dengan semangat itu, NasDem Gorontalo menegaskan posisinya, menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat perannya dalam dinamika demokrasi dan pembangunan daerah.