Bone Bolango — Suasana SMK Negeri 1 Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (24/9/2026), tak hanya diwarnai aktivitas belajar seperti biasa. Aroma makanan bergizi dan kegiatan praktik kewirausahaan menyatu dalam satu agenda: peninjauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus pembelajaran wirausaha bagi para siswa.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie hadir langsung dalam peninjauan tersebut. Ia didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Sudarman Samad, Staf Ahli Gubernur Ramlah Habibie, serta jajaran Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG.
Dalam peninjauan MBG, Idah melihat langsung menu yang disajikan kepada siswa. Hidangan hari itu terdiri dari telur, sayur, dan tempe orek, dengan porsi yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi siswa tingkat SMA/SMK. Pelaksanaan MBG di sekolah tersebut menyasar 263 penerima manfaat melalui SPPG Bulango Utara, di bawah naungan Yayasan Berkah Bersama Sukses.
Idah mengapresiasi jalannya program tersebut. Menurutnya, kualitas menu dan kecukupan porsi menjadi bagian penting agar MBG benar-benar memberi manfaat bagi tumbuh kembang siswa.
“Alhamdulillah, menunya bagus dan anak-anak juga terlihat lahap makan. Porsinya sudah sesuai dan memenuhi angka kecukupan gizi untuk anak-anak SMA,” ujar Idah.
Usai meninjau MBG, Wagub Idah menyaksikan kegiatan pelatihan dan pembelajaran kewirausahaan yang diikuti para siswa. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah praktik pembuatan berbagai produk kue sesuai jurusan yang mereka tekuni.
Idah menilai pembelajaran kewirausahaan tidak cukup berhenti pada kemampuan membuat produk. Para siswa, katanya, juga perlu dibekali pengetahuan pemasaran agar hasil praktik dapat berkembang menjadi peluang usaha.
“Anak-anak tidak hanya harus bisa membuat produknya, tetapi juga perlu belajar bagaimana cara memasarkannya. Apalagi sekarang pemasaran banyak dilakukan melalui media sosial, sehingga kemampuan digital juga tidak bisa dikesampingkan,” jelasnya.
Ia pun menyarankan pihak sekolah menyusun daftar produk atau menu olahan yang dibuat secara berkala setiap minggu. Produk tersebut dapat dipromosikan melalui media sosial dengan mencantumkan informasi pemesanan dan kontak yang dapat dihubungi. Menurut Idah, konsistensi menjadi kunci ketika siswa mulai menerima pesanan.
“Produksi dapat disesuaikan dengan kemampuan, sehingga kegiatan kewirausahaan tidak hanya menjadi pembelajaran, tetapi juga membuka peluang usaha dan mendorong perputaran ekonomi bagi siswa maupun sekolah,” tutupnya.
Dengan begitu, program MBG di SMK Negeri 1 Bulango Utara tidak berhenti pada pemenuhan gizi. Ia bersambung dengan pembelajaran kewirausahaan yang diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian, keterampilan digital, dan peluang ekonomi baru bagi siswa.