Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, kedatangan Prabowo disambut dengan prosesi pemeriksaan pasukan menggunakan kendaraan taktis Maung MV3 varian Irup buatan PT Pindad.
Presiden tiba di Mabes TNI sekitar pukul 08.30 WIB dengan helikopter kepresidenan dari kediamannya, dikawal dua helikopter TNI yang melintas di atas Lapangan Prima. Mengenakan setelan jas abu-abu dan kopiah hitam, Prabowo kemudian hadir di podium upacara didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Sejumlah pejabat negara telah berada di lokasi sejak pukul 08.00 WIB, di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Tampak hadir pula Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo.
Amanat Presiden: Prestasi di Atas Senioritas
Dalam amanatnya, Prabowo menekankan bahwa TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi, bukan sekadar senioritas. “Sekali lagi saya tekankan, TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi. Sistem yang berlaku di TNI harus sistem prestasi, bukan sekadar senioritas,” tegas Presiden.
Kepala negara juga mengingatkan agar sistem di TNI tidak bertumpu pada loyalitas yang sempit, misalnya hanya mengutamakan salah satu angkatan. Prabowo meminta prajurit TNI membangun kerja sama lintas lembaga, termasuk dengan kementerian, pemerintah daerah, hingga kepala desa dan kepala suku.
TNI sebagai Tentara Rakyat
Presiden menegaskan bahwa TNI adalah tentara rakyat yang lahir dan berjuang bersama rakyat. “Jiwa dan ragamu milik rakyat Indonesia,” kata Prabowo kepada para prajurit.
Ia juga menegaskan tingkat kehidupan TNI tidak boleh terlalu jauh dari tingkat kehidupan rakyat. Pemerintah, lanjutnya, akan terus memperhatikan kesejahteraan prajurit, pendidikan anak-anak prajurit, layanan kesehatan, serta kehidupan keluarga prajurit.
Prabowo menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada keluarga prajurit TNI, terutama istri, suami, anak, dan orang tua yang selalu menunggu. “Terima kasih kepada istri-istri prajurit, kepada suami yang memiliki istri seorang prajurit TNI. Untuk anak-anak dan orang tua para prajurit yang selalu menunggu, dan harus siap bila suaminya, istrinya, atau putranya, atau putrinya tidak akan kembali,” ucapnya.
Peresmian 204 Satuan Baru
Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo meresmikan 204 satuan baru TNI, termasuk enam komando daerah militer (kodam). Peresmian ditandai dengan penekanan sirene oleh Presiden.
Enam kodam baru yang diresmikan meliputi:
· Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau, Pangdam Mayjen TNI Rionardo
· Kodam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta, Pangdam Mayjen TNI Drajad Brima Yoga
· Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur, Pangdam Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua
· Kodam XXVIII/Molku Kie Raha di Maluku Utara, Pangdam Mayjen TNI Nefra Firdaus
· Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah, Pangdam Mayjen TNI Aminton Manurung
· Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat, Pangdam Mayjen TNI Edi Saputra
Selain enam kodam, satuan baru tersebut terdiri atas 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, tiga Batalyon Bantuan Tempur, satu brigade dan empat batalyon Marinir, serta 10 satuan baru TNI Angkatan Udara mulai dari Divisi II Pasukan Gerak Cepat hingga satuan radar.
Upacara HUT ke-81 TNI mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Sebanyak 3.378 prajurit dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara, serta pasukan Komponen Cadangan dan KKRI/Pramuka terlibat dalam upacara.
Komandan Upacara dijabat Letjen TNI Lucky Avianto yang juga menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III. Setelah pemeriksaan pasukan, Presiden menyampaikan amanat, lalu menyaksikan defile dan parade alat utama sistem senjata (alutsista) TNI.
Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum memperkuat komitmen pengabdian TNI dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui kepemimpinan Presiden Prabowo sebagai Inspektur Upacara, pesan yang ditekankan jelas: TNI harus profesional, modern, dan tetap dekat dengan rakyat yang dilayaninya.