Nama Fadel Muhammad Sulit hilang dari peta politik Gorontalo. Ia adalah tokoh senior yang telah lama memiliki basis massa, jaringan, dan rekam jejak elektoral yang sulit ditandingi,Gubernur Gorontalo 2 Periode,Anggota DPR RI dan DPD RI,Mantan Menteri membuat Nama Fadel Langgeng di Bumi Gorontalo.
Dalam beberapa kontestasi, suaranya selalu menonjol. Ketika maju sebagai anggota DPR RI, ia pernah meraih sekitar 300.000 lebih suara dan mampu menghasilkan dua kursi DPR RI. Ketika maju pilkada, suaranya juga sangat besar. Begitu pula saat maju DPD RI, ia meraih sekitar 200.000 an suara. Angka-angka itu bukan sekadar catatan sejarah, melainkan modal politik yang masih tersimpan rapi.
jika skenario politik mengarah pada satu kemungkinan,Fadel Muhammad maju kembali sebagai calon anggota DPR RI dari Dapil Gorontalo pada tahun 2029 melalui Partai Gerindra, maka banyak kalangan memprediksi Gerindra akan mendapatkan dua kursi. Prediksi ini bukan tanpa dasar. Dapil Gorontalo hanya memperebutkan tiga kursi DPR RI. Jika satu partai mampu merebut dua kursi, maka hanya satu kursi yang tersisa untuk partai-partai lain.
Fadel Akan Berkolaborasi Dengan Elnino untuk Mendulang Suara Partai,Apalagi jika terjadi sistem pemilu tertutup?.
Mengapa prediksi dua kursi itu muncul? Pertama, karena Fadel Muhammad memiliki daya tarik personal yang kuat. Ia bukan calon yang bergantung sepenuhnya pada mesin partai. Sebaliknya, mesin partai bisa ikut terangkat oleh popularitasnya. Dalam sistem pemilu terbuka, calon dengan suara besar dapat menarik banyak suara bagi partainya. Jika Fadel mendapatkan 300.000 suara, dan Partai Gerindra memiliki calon lain yang cukup kuat di bawahnya, bukan tidak mungkin suara itu cukup untuk mengantarkan dua orang ke Senayan. Dengan tiga kursi yang tersedia, dua kursi adalah hasil yang sangat mungkin jika Gerindra menguasai sekitar 35–40 persen suara sah di Gorontalo.
Kedua, Partai Gerindra memiliki mesin nasional yang kuat. Figur Prabowo Subianto sebagai tokoh utama Gerindra memberi warna tersendiri. Namun di Gorontalo, faktor lokal tetap lebih menentukan. Fadel Muhammad adalah tokoh lokal yang sudah teruji. Ia pernah menjadi gubernur, memiliki jaringan birokrasi, tokoh agama, pengusaha, dan masyarakat akar rumput. Kombinasi antara mesin partai nasional dan kekuatan figur lokal inilah yang membuat prediksi dua kursi terasa masuk akal. Jika Fadel benar-benar maju lewat Gerindra, maka Gerindra bukan hanya mendapat satu kursi, tetapi berpeluang besar mendapat dua kursi sekaligus.
Ketiga, efek ekor jas atau coattail effect bisa bekerja. Ketika Fadel maju, banyak pemilih yang sebelumnya tidak memilih Gerindra bisa berpindah karena faktor Fadel. Ini pernah terjadi dalam beberapa kontestasi di Gorontalo. Fadel mampu menggerakkan dukungan di luar basis partai. Ia punya magnet yang membuat orang datang, mendengar, dan memilih. Dalam pemilu legislatif, magnet seperti itu sangat berharga. Jika Gerindra mampu menempatkan calon kedua yang punya kedekatan dengan Fadel, atau setidaknya mendapat restu politik dari Fadel, maka dua kursi bukanlah hal yang mustahil.
jika Fadel Muhammad benar-benar jadi maju sebagai caleg DPR RI dari Dapil Gorontalo pada 2029 lewat Partai Gerindra, maka prediksi Gerindra mendapatkan dua kursi adalah prediksi yang rasional. Dapil Gorontalo hanya punya tiga kursi. Dua kursi bagi Gerindra akan menjadi lompatan besar. Itu akan mengubah peta politik Gorontalo secara drastis. Partai lain akan terdesak. Fadel Muhammad akan kembali membuktikan bahwa ia masih tokoh yang diperhitungkan. Namun, semua itu tetap bergantung pada langkah nyata, konsolidasi, dan strategi. Politik tidak berjalan hanya karena nama besar. Politik berjalan karena kerja, jaringan, dan kepercayaan. Jika Fadel maju dan Gerindra mampu mengelola peluang itu, dua kursi bukanlah mimpi. Itu adalah target yang sangat mungkin dicapai.
Apalagi jika Kursi Dapil Gorontalo Bertambah jadi 4 Kursi untuk DPR RI,Peluang Gerindra Makin Mudah untuk mendapatkan 2 Kursi.