Editorial:
GORONTALO — Baru satu hari menginjakkan kaki di Bumi Gorontalo, Fadel Muhammad Langsung memperlihatkan pengaruh,Magnet Magisnya Dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Provinsi Gorontalo, kedatangan Fadel mengubah konstelasi dukungan secara signifikan. Fauzan Muhammad, anaknya, yang semula hanya didukung beberapa orang,Voters, tiba-tiba memperoleh 24 suara. Ia memang kalah tipis dari Pesaingnya yang meraih 29 suara, dengan satu suara rusak. Namun, hasil itu justru memunculkan satu kesimpulan yang sulit dibantah: Fadel Muhammad ternyata masih cukup kuat,”Padahal Bulum pake Kuti-Kuti itu”, Tandas Seorang Warga Gorontalo di Warung Kopi.
Musprov Kadin Gorontalo sejatinya adalah prosesi internal organisasi untuk kembali normal dan utuh. Sebelumnya, Kadin Gorontalo sempat carut marut dan mengalami perpecahan. Karena itu, pemilihan ketua seharusnya dibaca sebagai langkah konsolidasi, bukan pertarungan politik elektoral. Sayangnya, setelah hasil pemilihan keluar, beredar propaganda di beberapa media yang seolah ingin menjatuhkan Fadel Muhammad. Narasi yang dibangun sederhana: jika Fauzan kalah, maka Fadel kalah. Padahal, logika itu sangat lemah,Sesat dan tidak Berdasar Akal Sehat dan tidak berbasis fakta.
Fauzan Muhammad memang anak Fadel Muhammad. Tetapi Fauzan dan Fadel adalah dua entitas yang berbeda. Fauzan masih muda, baru muncul dan terlihat di Gorontalo, serta masih dalam tahap pembelajaran. Ia tidak melakukan konsolidasi sejak awal. Sementara saingannya sudah melakukan lobi-lobi habis-habisan, dengan pengeluaran modal dan logistik besar. Fauzan baru sekitar satu hari datang bersama Fadel Muhammad, dan suara langsung berubah. Awalnya pendukung Fauzan hanya beberapa orang. Namun, kedatangan Fadel membuat konstelasi berubah. Dukungan banyak yang pindah ke Fauzan.
Di titik inilah magnet Fadel Muhammad terlihat. Ia tidak memakai “kuti-kuti” atau “ba siram” sebagaimana kata orang Gorontalo. Tanpa instrumen itu saja, pengaruh Fadel sudah luar biasa. Bayangkan jika ia menggunakan cara-cara yang lebih intens. Tentu konstelasi bisa lebih bergerak lagi. Karena itu, membaca hasil Musprov Kadin sebagai “kekalahan Fadel” adalah kesimpulan yang tergesa-gesa, bahkan konyol.
Fadel Muhammad sudah sangat populer di masyarakat Gorontalo. Saat maju sebagai anggota DPR RI, suaranya mencapai sekitar 300.000 lebih dan menghasilkan dua kursi DPR RI. Saat maju pilkada, suaranya juga sangat banyak. Saat maju DPD RI, ia juga meraih suara terbanyak, sekitar 200.000. Rekam jejak elektoral seperti itu tidak bisa dihapus hanya karena pemilihan ketua Kadin yang jumlah pemilihnya sangat sedikit, tertutup, dan hanya menghasilkan 29 suara untuk pemenang.
Banyak pengamat politik lokal yang analisisnya lemah karena tidak mengikuti prosesi dan tidak mengamati kompetisi calon ketua Kadin di lapangan. Mereka hanya melihat hasil akhir, lalu menyimpulkan bahwa Fadel Muhammad telah kehilangan pengaruh. Padahal, justru sebaliknya. Fauzan yang baru datang dan tidak berkonsolidasi sejak awal sudah mampu meraih 24 suara. Itu artinya, kedatangan Fadel membawa efek elektoral yang nyata. Fadel masih mampu menggerakkan dukungan, meski tidak menggunakan mesin politik besar.
Yang perlu ditegaskan, Kadin bukan partai politik. Kadin tak bisa memenangkan pilkada. Kadin tak mampu menjadi mesin politik saat pilkada atau pileg. Malah lebih kuat mesin relawan atau organisasi mahasiswa. Jadi, sangat salah jika Kadin dipandang sebagai kompetisi politik mirip pilkada atau perebutan ketua partai. Kadin adalah organisasi yang orientasinya adalah wirausaha atau perdagangan dengan mitra pemerintah. Menjadikan Kadin sebagai arena propaganda politik hanya akan memperpanjang perpecahan yang selama ini ingin diakhiri.
Setelah pemilihan selesai, yang dibutuhkan bukan saling menjatuhkan. Kadin Gorontalo harus dikembalikan pada jati dirinya, rumah bagi pengusaha, mitra pemerintah, dan motor penggerak ekonomi daerah. Bukan arena politik praktis yang saling menghancurkan citra.tanpa itu,Maka Kadin Provinsi Gorontalo Hanya akan Jadi Seremonial belaka yg tak Punya isi,Lebih konyol lagi jika Kadin Gorontalo malah menjadi Alat dari Salah satu Partai Politik?.
Musprov Kadin Gorontalo justru memberi pesan yang jelas. Baru sehari tiba di Gorontalo, Fadel Muhammad sudah mampu mengubah peta dukungan. Tanpa kuti-kuti, tanpa ba siram, pengaruhnya tetap Kuat dan Membuat Panik Lawan. Fauzan memang kalah tipis, tetapi perolehan 24 suara itu adalah bukti bahwa magnet Fadel Masih Kuat Ternyata,
Fadel Muhammad masih cukup kuat. Dan itu adalah fakta yang tidak bisa ditutupi oleh propaganda politik apa pun.