Gorontalo, 20/9/2026 – Gubernur Gorontalo, Dr Gusnar Ismail, menghadiri pelantikan pengurus Korps Alumni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Gorontalo pada Minggu (20/9/2026). Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum Korps Alumni KNPI, Aziz Syamsudin, bersama jajaran pengurus pusat yang datang langsung dari Jakarta.
Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar menyampaikan sejumlah progres pembangunan ekonomi yang tengah berjalan di Provinsi Gorontalo. Ia menekankan bahwa sektor pertambangan akan membawa lonjakan ekonomi bagi daerah, seiring mulai beroperasinya industri tambang di wilayah tersebut pada awal 2026.
Gusnar juga menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai upaya menjaga nilai tambah di daerah. Di sektor peternakan, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menandatangani nota kesepahaman dengan BUMN untuk membangun industri hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu ke hilir. Kerja sama ini ditandai dengan peletakan batu pertama kawasan industri ayam di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Februari 2026. Program tersebut menempatkan Gorontalo sebagai salah satu dari enam daerah percontohan hilirisasi ayam terintegrasi nasional.
Pelantikan pengurus Korps Alumni KNPI ini menjadi momentum konsolidasi para alumni KNPI dari berbagai generasi di Gorontalo. Ketua Korps Alumni KNPI Provinsi Gorontalo, Idrus M.T. Mopili, sebelumnya telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Umum DPP Korps Alumni KNPI, Dr. Aziz Samsudin, pada 10 September 2026. Korps Alumni KNPI diharapkan menjadi wadah yang menghimpun para mantan ketua, pengurus, serta aktivis KNPI untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Kehadiran Gubernur Gusnar Ismail dalam pelantikan ini menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap organisasi kepemudaan. Dalam berbagai kesempatan, Gusnar—yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua KNPI Sulawesi Utara dan kini tercatat sebagai salah satu tokoh yang dihimpun dalam Korps Alumni KNPI Gorontalo—telah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan dalam mendorong pembangunan daerah.