Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo angkat bicara menanggapi tudingan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang menilai Gubernur Gusnar Ismail memengaruhi Menteri Kebudayaan Fadli Zon terkait polemik pembongkaran bangunan cagar budaya eks Rumah Jawatan Kantor Pos di Kota Gorontalo.
Tudingan itu disampaikan Adhan Dambea dalam apel aparatur sipil negara di Lapangan Taruna Remaja, Senin (7/9/2026). Video sambutannya pun viral di media sosial. Dalam pidatonya, Adhan mempertanyakan relevansi pertemuan Gubernur Gusnar Ismail dengan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon,karena menurutnya pengurusan gelar Pahlawan Nasional merupakan ranah Kementerian Sosial.
Proses Pahlawan Nasional Libatkan Dua Kementerian
pernyataan WaliKota Adhan Dambea ini tentu saja salah dan tidak sesuai dengan aturan terbaru. saat ini proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional melibatkan dua kementerian, yaitu Kementerian Sosial dan Kementerian Kebudayaan,ini memperlihatkan sepertinya Walikota Adhan Dambea Tidak Update Aturan atau Kebijakan Terbaru.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Gubernur Gorontalo, Alvian Mato, menegaskan bahwa:
“Gubernur Gorontalo mendatangi Fadli Zon atas arahan Menteri Sosial,Saifullah Yusuf, hasil audiensi dengan Menteri Sosial RI pada 21 April 2026,” tegas Alvian dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa Fadli Zon menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (DGTK) yang memiliki peran vital dalam meneliti, membahas, dan memverifikasi usulan gelar Pahlawan Nasional sebelum diberikan pertimbangan kepada Presiden.
Bantahan Gubernur:
Sebelumnya, Gubernur Gusnar Ismail juga telah membantah tudingan Walikota tersebut. Gubernur Gusnar dalam paripurna di DPRD Gorontalo mengatakan, “Demi Allah tidak ada niatan” untuk memengaruhi Menteri Kebudayaan terkait masalah cagar budaya.
Gusnar menjelaskan, agenda utama pertemuan di Jakarta pada 24 Agustus 2026 adalah menyerahkan dokumen pengusulan HB Jassin dan dr. Aloei Saboe sebagai calon Pahlawan Nasional. Ia mengaku pembicaraan mengenai cagar budaya baru muncul setelah agenda selesai, dan justru pertama kali disinggung oleh Menteri Fadli Zon.
“Ketika saya memaparkan calon penerima gelar pahlawan, setelah selesai itu terbesit. Pak Menteri yang mengungkap kepada saya, ‘Pak Gubernur, di Gorontalo itu lagi viral ya?'” ujar Gusnar menirukan pertanyaan Menteri Fadli Zon.
Pemprov Gorontalo Melalui jubirnya menegaskan bahwa kunjungan Gubernur ke Menteri Kebudayaan murni untuk urusan pengusulan Pahlawan Nasional dan tidak ada kaitannya dengan persoalan cagar budaya di Kota Gorontalo.